SEKOLAH 1: Headline
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Penataan Ulang Akses HotSpot SMAN 1 Pare

Written By Edu Themes on Minggu, 10 Juni 2012 | 03.34

Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan ICT di SMAN 1 Pare semakin menunjukkan peningkatan. Dari segi aksesibilitas didukung dengan 2 line Speedy yang ada disediakan gratis untuk digunakan oleh warga SMANSA. Tentunya akses gratis ini benar-benar dimanfaatkan oleh para siswa.
Dimulai dari aplikasi Perpustakaan Digital yang sudah melayani siswa secara online, kemudian E-Learning yang sudah berhasil melaksanakan Ujian Online. Kemudian untuk meningkatkan penggunaan ICT dalam pendidikan, siswa siswi SMAN 1 Pare diajarkan untuk membuat blog. Nantinya tugas-tugas siswa akan di-publish di blognya masing-masing. Hingga akhirnya salah satu guru TIK di SMANSA yaitu Bapak Hermanuddin mendapatkan atensi khusus dari pihak Detik dot com karena mengajak para siswa kelas X untuk membuat blog di BlogDetik. BlogDetik sendiri merupakan sebuah layanan blog gratis yang dimiliki oleh Detik dot com.
Tim ICT sedang mendaftarkan Laptop Siswa
Tim ICT sedang mendaftarkan Laptop Siswa
Siswa SMAN 1 Pare datang ke Ruang Server
Siswa SMAN 1 Pare datang ke Ruang Server
Dengan semua aktifitas tersebut tentunya menjadikan para siswa menjadi berminat untuk mengetahui lebih jauh mengenai dunia ICT. Salah satu tolok ukurnya adalah semakin banyaknya siswa-siswi yang memanfaatkan akses hotspot gratis dari SMAN 1 Pare. Tentunya untuk memanfaatkan akses hotspot ini diperlukan peralatan seperti handphone ataupun laptop. Dari 64 koneksi yang bisa dipakai di hotspot SMANSA, sudah Full!!!.
Memang di SMANSA akses Hotspot dibatasi untuk memaksimalkan penggunaan. Sehingga para siswa harus mendaftarkan laptopnya agar bisa mengakses internet. Sedangkan selain hotspot, siswa juga tetap bisa mengakses internet di sekolah menggunakan komputer yang disediakan di perpustakaan serta bisa mengikuti Praktikum Bebas.
Untuk ke depannya, akan diberlakukan peraturan terkait terbatasnya slot akses hotspot yang tersedia saat ini. Hal ini untuk benar-benar memanfaatkan slot akses yang tersedia terutama bagi siswa maupun bapak ibu guru yang belum mendapatkan jatah akses untuk koneksi laptopnya.
Jika masih tidak cukup juga, kemungkinan Tim ICT akan menambah 1 lagi Akses Hotspot di SMANSA. Tapi tentu saja menunggu situasi dan kondisi :)
Mari kita manfaatkan fasilitas di SMANSA ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Amin.
Have a nice browsing :)

Profil Bapak Sjamsul Qomar, Kepala Tata Usaha SMA Negeri 1 Pare

Bapak yang beralamat di Jl H Agus Salim No. 24 Desa Darungan Pare ini memiliki seorang istri bernama Ibu Mutma’inah yang bekerja sebagai guru di SD Negeri Darungan 1. Beliau dikaruniai dua anak yang keduanya perempuan. Anak pertama bernama Fitria Susanti, lulusan Universitas ITS Teknik Kimia dan sekarang bekerja di PT Tempo Farmasi Jakarta di bagian pengawasan. Sedangkan anak keduanya bernama Aprilia Dwi K, mahasiswa di Universitas Malang semester 7 jurusan Managemen.


Bapak yang lahir di Kediri, 8 Oktober 1957 ini, memiliki perjalanan hidup yang penuh tantangan. Hal ini dimulai dari bersekolah di Sekolah Dasar, lulus tahun 1971. Lulus SMP tahun 1974. Kemudian melanjutkan ke  SMEA dan lulus tahun 1977.
Setelah lulus SMEA inilah beliau mulai merasakan bagaimana kerasnya kehidupan di dunia. Karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, akhirnya beliau memutuskan bekerja lebih dahulu. Beliau bekerja sebagai sopir taksi tepatnya ngkutan kota jurusan Kediri-Pare. Ini adalah salah satu pengalaman menarik yang pernah beliau alami. Menjadi sopir beliau jalani kurang lebih selama 2 tahun, yaitu pada tahun 1977-1979.
Bapak yang akrap disapa Bapak Qomar ini juga pernah mengikuti tes masuk tentara. Menjadi seorang tentara adalah cita-cita beliau saat masih muda. Namun, setelah 3 kali mendaftar, beliau tetap tidak bisa menjadi seorang tentara. Hal itu dikarenakan adanya kendala mengenai kesehatan yaitu varises di kaki. Namun hal ini tidak menjadikan beliau putus asa, justru beliau semakin terpacu untuk mencoba hal baru.
Beliau lalu menjadi tenaga sukwan -tenaga sukarelawan- di SMPP ( yang sekarang menjadi SMAN 2 Pare ) pada tahun 1980 selama 1 tahun. Tanggal 1 Maret 1981 merupakan waktu dimana beliau diangkat menjadi Pegawai Negeri. Kemudian pada tanggal 1 Oktober 1987, beliau diangkat menjadi Kepala Tata Usaha.
Harapan beliau sebagai Kepala Tata Usaha di antaranya yaitu untuk tenaga kependidikan dan memberikan serta mengutamakan pelayanan bagi masyarakat maupun siswa. Hal ini bisa dilihat misalnya, ketika ada alumni yang legalisir diusahakan segera terpenuhi. Kini sudah ada buku tamu bagi tamu yang datang ke SMA N 1 Pare, sehingga memudahkan pelayanan dan kontrol sedangkan pelayanan lain akan terus ditingkatkan sedikit demi sedikit. Pangkat terakhir yang dijabat oleh Bapak Qomar yaitu sebagai Penata Muda Tingkat 1 III B.
Kegiatan lain yang biasa beliau lakukan yaitu membuka kios di depan rumah. Kios ini buka mulai sore  sampai malam sekitar pukul 22.00.
Kegiatan peningkatan kemampuan dan ketrampilan yang pernah beliau ikuti:
1. Penataran Operator Komputer Tingkat Regional di BPG Surabaya tahun 1994 selama 10 hari.
2. Penataran Kepala Tata Usaha Tingkat Regional di Nusa Tenggara Barat tahun 1995 selama 10 hari.
3. Penataran Kepala Tata Usaha Tingkat Jawa Timur di Batu Malang selama 30 hari (1 bulan).
Prinsip hidup yang selalu dipegang beliau adalah jangan sampai “Besar pasak dari pada tiang“, maknanya jangan sampai lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Untuk itu dalam setiap bulannya beliau selalu menabung sebagian pendapatannya untuk kelak di masa depan. Sikap gemar menabung inilah yang patut kita tiru sebagai seorang pelajar.
Bapak yang hobi sepak bola saat masih muda ini mengaku pernah mengikuti olah raga tenaga dalam. Beliau mengikuti olahraga Tenaga Dalam Satria Nusantara selama 3 tahun. Dalam hal ini beliau sudah mencapai Pengendalian 10, artinya sudah tingkat yang terakhir. Namun karena sibuk dengan pekerjaan, beliau tidak sampai lulus hingga akhir. Dari mengikuti olahraga tenaga dalam ini beliau bisa menyembuhkan penyakit yang ringan.
“Dengan tenaga dalam tersebut saya pernah dimintai bantuan untuk menyembuhkan penyakit orang lain dan Alhamdulillah saya bisa. Namun itu terutama berkat bantuan Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Bapak Qomar.
“Belajarlah yang rajin dan sungguh-sungguh agar apa yang menjadi cita-cita kalian semua tercapai,” itulah pesan Bapak Qomar kepada siswa-siswi SMA N 1 Pare saat terakhir diwawancarai.           Oleh karenanya, marilah kita tingkatkan belajar kita agar cita-cita kita dapat tercapai sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun jangan lupa berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia hanya bisa merencanakan dan Tuhanlah yang menentukannya.(Dian)

Ria Lyzara; Karena Blogdetik, Saya Dipanggil “D”

Nama saya Ria Lyzara. Lahir 17 tahun lalu. Saya tinggal di sebuah ruas jalan di Pare Kediri. Cita-cita saya ingin jadi Dokter. Namun sejak masuk SMA Negeri 1 Pare, saya ingin seperti guru-guru IT dan Tim ICT. Berprestasi, berkarya dan pintar dalam kemajuan Teknologi.

Begitulah ia bermonolog mengenalkan dirinya. Kalimatnya terstruktur baik dan detail. Karena perempuan penyuka novel ini rajin mengikuti ekstrakulikuler jurnalistik di sekolahnya. Kesehariannya, selain disibukkan dengan sekolah, ia juga dan bergabung dalam Tim Redeksi Majalah di Sekolah. Ia pernah meliput acara School Contest dalam bidang Jurnalis Blog yang diadakan Surat Kabar Harian di Kediri.
Perempuan enerjik ini sangat menyukai kegiatan yang berhubungan dengan dunia IT. Di mana tempat ada koneksi internet, ia akan betah berlama-lama. Selain di tumah dan di warnet, Ruang Gesit ( Ruang Tim Jurnalistik di Sekolah ) adalah tempat ia menyalurkan hobinya menulis di blogdetik. Tak heran jika blognya selalu update.
Perempuan yang sekarang kelas XI Program IPA di UPTD SMA Negeri 1 Pare ini mengenal blogdetik dari gurunya, Pak Herman, Sang Laskar Online. Ia ingat betul, waktu itu sebagai guru IT, paj Herman menambahkan pelajaran blog di kurikulumnya. Perempuan yang suka nonton drama Korea ini awalnya hanya ngikut aja apa yang ditugaskan gurunya. Dari situ ia merasa cocok dan sampai sekarang kecanduan.
Kalau dulu alasan nge-Blog karena tugas sekolah, sekarang alasan utama karena ingin lebih beken lewat blog dan ajang penyaluran hobi nulis. Menurutnya, banyak teman-teman dalam komunitas d’blogger di sekolahnya yang seperti dirinya, kecanduan Blogdetik. Ia merasa senang dikenalkan blogdetik oleh gurunya.
Menurutnya, tampilan blog detik lebih friendly, sangat mudah digunakan. Tak hanya itu, setiap postingan baru bisa terlihat di halaman depan Blogdetik. Apalagi jika postingan bagus, bisa muncul di halaman depan www.detik.com yang setiap hari pageviewnya 15 juta. Masih menurutnya, kesempatan ini tak akan bisa didapatkan di tempat lain.
Yang paling menyengankan tentunya banyaknya program yang sering diselenggarakan oleh blogdetik. “Hadiah-hadiah itu menarik sekali”, katanya. Namun ia berharap agar dalam waktu dekat, blogdetik mengadakan lomba yang khusus buat pelajar. Sehingga ia tak harus bersaing dengan para blogger senior. Alasan lainnya, setiap pekannya ada blogger yang boleh bangga karena bias masuk dalam Blogger of The Week. Dan diam-diam ia berharap, kapan bisa menjadi blogger of the week.
“Kapan blogdetik akan mampir ke SMA Negeri 1 Pare?”, tanyanya retoris.
Di sekolah, ia dipanggil mbak “D” oleh adik-adik kelasnya. Waktu itu ia menjadi pemenang sebuah kompetisi antar kelas di sekolahnya. Dan salah satu hadiahnya adalah pin bulat bergambar inisial “D” dari detik.com. Sejak ia menyematkan pin itu di tasnya, mulailah ia teman-temannya memanggil dengan mba “D” sampai sekarang.
Beberapa diantaranya malah menginginkan pin tersebut, dan dengan tegas ia menolak. Alasannya, karena di satu sekolah sma kediri, hanya ada dua orang yang memiliki pin tersebut.
Selama ngeblog di blogdetik, banyak pengalaman yang ia peroleh. Salah satunya sewaktu ia dan  Tim Angsa( Anak Gaul Smansa ) bersama 3 Tim lainnya mewakili Sekolah untuk mengikuti School Contest dalam bidang Jurnalis Blog yang diadakan Surat Kabar Harian di Kediri. Meskipun tidak menang, ia mendapatkan tambahan ilmu mengenai Blog.
Sekarang perempuan yang nyambi jualan pulsa di sekolahnya ini tak bisa dipisahkan dari blog. “Dengan nge-Blog, saya bisa menyalurkan hobi menulis saya. Dengan blog juga saya juga lebih dikenal teman-teman. Semakin banyak teman dengan Blogwalking, semakin semangat untuk tetap menulis.

Brand ‘Sekolah Internasional’ Ala Pemerintah Dorong Kapitalisme Pasar

Jakarta Masyarakat ramai-ramai menentang kebijakan pemerintah membuat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sebab hal tersebut mendorong masyarakat Indonesia memasuki kapitalis pasar dan menjauhkan pendidikan yang berkulalitas dari masyarakat umum.

“RSBI itu mengabaikan kewajiban negara memajukan untuk kesejahteraan umum sebab RSBI sebagai pendidikan dengan sebagai komoditas global berbasis nilai kapitalisme neoliberal,” kata ahli pendidikan, Darmin Vinsensius.
Hal ini dikemukakan dalam sidang judicial review pasal 50 ayat 3 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang diajukan oleh Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan (KAKP) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2012).
Apalagi, RSBI memunculkan jurang pendidikan yaitu antara si kaya dan si miskin. Sehingga sekolah malah membuat stratifikasi sosial baru yang memicu kesenjangan sosial.
“RSBI bukan mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi menimbulkan stratifikasi sosial baru. Karena hanya mendidik dan mengajar anak-anak yang berkualitas dan memiliki tingkat ekonomi yang tinggi. Kesimpulannya RSBI bertentangan dengan konstitusi karena menyiapkan warga negara Indonesia untuk bergerak dari negara kesejahteraan ke negara pasar,” papar Darmin.
Senada dengan Darmin, Guru Besar Universaitas Negeri Jakarta (UNJ), Soedijarto pun menyimpulkan hal serupa. Menurutnya pemerintah tidak perlu menambahkan embel-embel kelas internasional tetapi yang penting pembenahan kualitas sekolah.
“Kalau sekolah kita lebih baik dari Malaysia, buat apa dinamakan bertaraf internasional. Itu akan timbul dengan sendirinya nanti, jika kualitas pendidikan kita baik,” ujar Soedijarto di depan ketua majelis hakim konstitusi Hardjono.
Kini, hampir di sejumlah kota besar, berbagai jenjang tingkat pendidikan dasar berlomba untuk mendapatkan status sebagai RSBI. Data yang didapat pemohon ada sekitar 1.305 RSBI di berbagai level pendidikan. Padahal dalam pasal yang digugat koalisi ke MK disebut pemerintah minimal menyelenggarakan satu satuan pendidikan bertaraf internasional.

Source: http://news.detik.com/read/2012/03/20/163320/1872437/10/brand-sekolah-internasional-ala-pemerintah-dorong-kapitalisme-pasar

Gemerlap Seni Menghiasi Diamond

Written By Edu Themes on Senin, 21 Mei 2012 | 18.51

Sendratasik in Smansa
Pada Dies Natalis sekolah kita tercinta selalu mengadakan sendratasik. Kali ini sendratasik diadakan pada hari kedua yaitu, 28 Januari 2012 tepatnya pukul 07.30 WIB sampai sekitar pukul 15.30 WIB di lapangan basket. Pesertanya berjumlah sekitar 30 yang terdiri dari kelas X, XI, XII, para guru serta pemenang seleksi ansambel musik kemarin. Suasananya sangat ramai, seru, dan gokil.
Acara pertama pada dies natalis hari kedua ini diawali dengan penampilan ansambel musik dari kelas XII IS 4 bersama Pak Made. Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan tari tradisonal dari siswi SMAN 1 Pare yaitu, Mita (XI IA 2) dan Alisa (X-8). Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan uang pembinaan oleh Bapak Suhadi selaku kepala sekolah SMA N 1 Pare kepada anak-anak berprestasi, baik dari kelas X, XII dan XII. Berikut siswa-siswi SMA N 1 Pare yang mendapat uang pembinaan :

Kelas X Kelas XI KELAS XII
Miftahul Huda (X-6) Rizka Sabrina (XI IA 4) Athanasia Redita Ave (XII Bahasa)
Endah Puji A. (X-4) Fadila Rohim (XI IS 4) M. Rizki Oktavian(XII IA 1)
Rita (X-5) Singgih Setya Zenanda (XII IS 1)

Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan dari pemenang ansambel musik kemarin, yaitu dari kelas XII IS 2 sebagai juara pertama dan XII IS 1 sebagai juara kedua. Selain itu terdapat pula penampilan dari band-band intern dari siswa-siswi SMA N 1 Pare. Berikut ini susunan acara sendratasik pada dies natalis hari kedua :

  1. Tari tradisional
  2. Impossible band (X-4, X-8)
  3. Drama “Pertandingan Tinju” (XII IA 3)
  4. Skakel band (X-1, X-4, X-3)
  5. Games bagi-bagi hadiah dari Bandung Sport
  6. Juara menyanyi solo tingkat SD A(Gading)
  7. Juara menyanyi solo tingkat SD B (Lia)
  8. Drama “Ande-ande Lumuten” dari bapak ibu guru SMA N 1 Pare
  9. Avocadro band (X-7, XI IA 3, XI IA 1)
  10. Toljaenak band
  11. Penampilan ekstra tari
  12. Juara menyanyi solo tingkat SMP (Margaretta)
  13. Ansanbel musik kelas XII IS 2
  14. Drama Teatertas “Realita”
  15. Fashion show oleh Salon Lucky
  16. Samantoyib band
  17. Game over band
  18. Drama dari XII IA 2
  19. One Project band
  20. Darfict band
  21. Jendral kancil band

Penampilan drama guru sangat memukau siswa-siswi SMA N 1 Pare. Drama yang berjudul Ande-Ande Lumuten tersebut diwarnai dengan unsure humor. Ketika Pak Eko (sebagai ayahanda Panji Asmoro Bangun) dengan Bu Rahayu (ibunda Panji Asmoro Bangun) naik ke atas panggung tepuk tangan meriah  mengiringi kedatangan mereka, begitu juga seterusnya hingga akhir penampilan tersebut.

Fashion show siswa-siswi SMA N 1 Pare diselenggarakan atas kerja sama dari Salon Lucky. Pertama mereka menggunakan baju santai, kemudian berganti menggunakan kebaya. Mereka juga membagi-bagikan bunga untuk siswa-siswi SMA N 1 Pare, serta mengajak Bapak Suhadi selaku kepala sekolah dan Bu Eri untuk naik ke atas panggung menerima rangkaian bunga.

Penampilan dari Game Over band sengaja dihentikan karena musiknya menggunakan aliran underground. Panitia sengaja melakukan itu karena tidak diperbolehkan serta demi kelancaran jalannya acara.
Akhir dari acara dies natalis hari kedua adalah pengumuman pemenang lomba band intern, yaitu :


Juara 1 : Darfict band

Juara 2 : One Project

Juara 3 : Toljaenak

(P3, T2t, Nas, Ila)

TV EDUKASI

 
Copyright © 2012. SEKOLAH 1 - All Rights Reserved